Forum ASEAN untuk Penyandang Disabilitas akan Digelar Oktober Mendatang di Makassar

Rizqa Leony Putri
Kota Makassar melalui Kementerian Sosial akan menjadi tuan rumah ASEAN High Level Forum (AHLF) on Enabling Disability and Partnership beyond 2025. (Foto: dok Kemensos)

“Kita sedang proses membuat akses yang mudah bagi penyandang disabilitas di beberapa tempat. Ini untuk menunjukkan bahwa Makassar adalah civilised society yang menghormati hak-hak penyandang disabilitas,” ujar peraih gelar Doktor Honoris Causa dari Tongmyong University Korea ini.

Pada kesempatant tersebut, Mensos Risma memimpin sendiri persiapan menyambut AHLF. Diriniya mengaku, sudah dua kali ke Makassar untuk memastikan tersedianya akses-akses yang ramah penyandang disabilitas. Sementara itu, AEM ( ASEAN Enabling Masterplan) terkait dengan agenda bersama ASEAN yang melakukan langkah nyata bersama menciptakan lingkungan inklusif bagi penyandang disabilitas. Komitmen Bersama didasarkan pada delapan prinsip dasar.

Prinsip tersebut antara lain, yaitu penghormatan terhadap martabat yang melekat, otonomi individu termasuk kebebasan untuk membuat pilihan sendiri, dan kemandirian orang; non-diskriminasim partisipasi dan inklusi yang penuh dan efektif dalam masyarakat, menghormati perbedaan dan penerimaan penyandang disabilitas sebagai bagian dari keragaman manusia dan kemanusiaan.

Kemudian, prinsip dasar lainnya adalah kesetaraan kesempatan, aksesibilitas, kesetaraan antara pria dan wanita, menghormati kapasitas anak yang terus berkembang dengan disabilitas dan penghormatan terhadap hak anak penyandang disabilitas untuk melestarikan identitas.

Pertemuan kali ini juga akan meneguhkan penguatan kerja sama di kawasan Asia Tenggara melalui proyeksi kerjasama dan kemitraan yang efektif dalam isu pembangunan yang inklusif disabilitas. Selain menjalani serangkaian pertemuan, delegasi juga akan menyaksikan sejumlah pameran.

Jenis pameran yang disiapkan adalah pameran teknologi alat bantu dan akomodasi yang layak bagi penyandang disabilitas. Di sini, peserta pameran dapat memberikan informasi dan mendemonstrasikan penggunaan teknologi alat bantu dan akomodasi seperti Tune Map (aplikasi map untuk tuna netra), Tongkat Adaptif, Difalink (platform informasi lowongan kerja khusus untuk rekan disabilitas melalui website dan sosial media), atau aplikasi perpustakaan bergerak.

Ada pula Festival Seni Disabilitas yang memuat booth atau stand bertema Festival Seni Disabilitas yang menampilkan berbagai konten, informasi, dan aktivitas yang berfokus pada promosi seni, kesadaran tentang disabilitas, dan inklusi. Kemudian, ada juga gelaran kewirausahaan disabilitas. Peserta pameran menampilkan produk kewirausahaan disabilitas dari berbagai sektor, seperti produk seni dan kerajinan, fashion dan aksesoris, makanan, dan sebagainya. Tak kalah menarik, diselenggarakan juga hasil produksi penyandang disabilitas.

Editor : Rizqa Leony Putri
Artikel Terkait
Health
12 jam lalu

Tips Tetap Aktif di Usia 40-an, Jaga Kesehatan Sendi agar Bebas Bergerak

Bisnis
2 hari lalu

Warteg Gratis Alfamart Makin Meluas, Jangkau 34 Kota dan 102 UMKM pada 2026

Bisnis
18 jam lalu

Pegadaian Gandeng Industri Emas, Dorong Pembentukan Indonesia Bullion Market Association

Bisnis
19 jam lalu

Meriahkan Ramadan 2026, KFC Gelar Sahur on the Road dan Birthday Berbagi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal