Fraksi Golkar di DPR Dorong Revisi UU Sisdiknas, Ini Alasannya

Felldy Aslya Utama
Fraksi Partai Golkar di DPR mendorong revisi UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) (foto: Felldy Utama)

Mandatory spending 20 persen mengacu pada alokasi anggaran minimal 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk fungsi pendidikan.

“Anggaran pendidikan harus betul-betul diarahkan demi kemajuan dunia pendidikan kita. Apa kategori tentang anggaran pendidikan perlu diperjelas,” katanya.

Di sisi lain, Sarmuji menyinggung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 3/PUU-XXII/2024 yang mewajibkan negara menjamin penyelenggaraan pendidikan dasar tanpa biaya dan tanpa diskriminasi, baik di sekolah negeri maupun swasta.

“Lembaga pendidikan yang dikelola swasta banyak yang terbukti lebih maju. Putusan MK jangan sampai mematikan partisipasi masyarakat, sebaliknya harus memperkuatnya sebagai komplemen peran negara,” ujar Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu.

Editor : Reza Fajri
Artikel Terkait
Nasional
3 bulan lalu

Bahlil Ingatkan Kader Golkar di DPRD: Peka Kondisi Masyarakat!

Nasional
4 bulan lalu

Golkar Respons Usulan 1 Orang 1 Akun Medsos, Tawarkan Opsi Pengendalian SIM Card

Nasional
4 bulan lalu

Instruksi Bahlil: Legislator Golkar Harus Peka, Jaga Perkataan hingga Penampilan

Nasional
3 hari lalu

DPR Optimistis 2026 jadi Tonggak Kebangkitan Ekonomi Pancasila

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal