Kontroversi bermula dari sebuah video promosi pembukaan toko miras bernama Sari Jaya 25. Dalam video yang beredar luas, King Abdi tidak hanya mengiklankan toko, namun juga menyarankan agar anak muda minum alkohol ketimbang es teh.
Bahkan, dalam video tersebut, King Abdi terlihat membuang gelas es teh milik seorang pria sebagai bentuk ejekan. Aksinya tersebut sontak memicu reaksi keras dari masyarakat, termasuk DPRD Kota Malang yang mengecam tindakan tersebut.