Gempa dan Tsunami di Zona Megathrust, BMKG: Tak Bisa Diprediksi, Tingkatkan Kewaspadaan

Binti Mufarida
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. (Foto: Istimewa)

“Jadi biasanya tidak langsung ujuk-ujuk (tiba-tiba) jeder (besar) gitu enggak. Jadi ada awal-awal ya, tapi langsung-langsung lompat. Nah, di kala yang kecil-kecil ini semakin sering, semakin meningkat, kita harus segera siaga gitu kan,” katanya. 

Dwikorita mengatakan bahwa ada 13 segmen zona megathrust di Indonesia. Ada dua segmen yakni Megathrust Selat Sunda-Banten potensi M8,7 dan segmen Megathrust Mentawai-Siberut potensi M8,9 yang sudah lama tidak melepaskan energi besarnya.

“Nah, yang belum itu adalah segmen nomor 7 (Megathrust Selat Sunda-Banten potensi M8,7) dan segmen nomor 4 (Megathrust Mentawai-Siberut potensi M8,9),” kata Dwikorita sambil menunjukkan data.

Dari catatan-catatan itu, kata Dwikorita, BMKG menginisiasi terbentuknya Konsorsium Gempa Bumi dan Tsunami di Indonesia. 

“BMKG sangat membutuhkan konsorsium itu karena disitulah sumber ilmu dan ilmunya sangat dibutuhkan untuk pengembangan inovasi teknologi yang ada di BMKG," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
1 hari lalu

Gempa M6,3 Guncang Vanuatu, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia

3 hari lalu

Asap Karhutla Tak Lagi ke Pulau Jawa, Pemprov DKI Tetap Siagakan Rumah Sakit hingga Puskesmas

3 hari lalu

Gempa Bumi M3,1 Guncang Mamuju Tengah Sulbar, Berpusat di Darat

3 hari lalu

Gempa Terkini M5,3 Guncang Labuan Bajo NTT, Kedalaman 10 Km

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal