Gugatan Pileg Ditolak MK, Mardiono: Ada Sistem Inginkan PPP Tak Lolos Parlemen

Felldy Aslya Utama
Plt Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono menilai ada upaya menginginkan partainya tidak lolos parlemen. (Foto MPI).

JAKARTA, iNews.id - Plt Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono menilai ada upaya menginginkan partainya tidak lolos parlemen. Hal ini diungkapkannya menyusul putusan Mahkamah Konstitusi (MK) menolak dan tidak melanjutkan pemeriksaan gugatan sengketa Pileg 2024.

"Jujur PPP agak menengarai sedikit dalam tanda kutip bahwa seperti ada yang sistem yang memang terjadi ngelock, membatasi bahwa setiap PPP akan muncul sampai titik-titik batas itu, maka itu pasti kandas (tidak lolos parlemen)," kata Mardiono dalam jumpa persnya di kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2024).

Dia pun memberikan contoh dalam sistem informasi rekapitulasi suara (Sirekap) milik KPU. Saat itu Sirekap pernah menampilkan perolehan suara PPP sudah melebihi 4 persen atau ambang batas parlemen.

Sayangnya tampilan itu hanya sebentar karena Sirekap eror. Ia pun merasa aneh ketika itu melihat sistem itu mendadak error.

PPP kemudian memutuskan untuk membuktikan lewat pengajuan gugatan perolehan suara pileg ke MK. Namun MK menolak dan tidak melanjutkan pemeriksaan gugatan PPP.

"Berarti seperti ada sistem-sistem yang memang membatasi, ngelock bahwa nanti apapun PPP memang seperti dibatasi untuk tidak muncul dari batas-batas yang sudah dilakukan melalui sistem entah apa, ini perlu kajian yang komprehensif," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
7 hari lalu

Kepala BGN Sebut Putusan MK Tak Batalkan Program MBG, Justru Memperkuat

10 hari lalu

Canda Prabowo Singgung Rangkap Jabatan Pimpinan Kadin: Coba Dicek, Nanti Digugat ke MK

10 hari lalu

Gapembi Nilai Putusan MK Perkuat Kepastian Hukum MBG, DPR-Pemerintah Diminta Susun UU

10 hari lalu

DPR Minta Pemerintah Cari Solusi Anggaran MBG usai MK Larang Pakai Dana Pendidikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal