Gunung Anak Krakatau Erupsi, Abu Vulkanik Menyebar hingga Jakarta dan Bengkulu

Yuwantoro Winduajie
BMKG memantau sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau hingga Jakarta dan Bengkulu. (Foto: Dok. ESDM/PVMBG)

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional penerbangan tetap menjadi prioritas dalam menghadapi dinamika erupsi Gunung Anak Krakatau.

Perum LPPNPI kemudian mempublikasikan NOTAM sebagai pemberitahuan resmi dan mendesak terkait perubahan kondisi operasional maupun potensi bahaya penerbangan.

Penerbitan NOTAM melengkapi peringatan dini Volcanic Ash Advisory dan SIGMET yang dirilis BMKG secara berkala. Dengan demikian, para pemangku kepentingan penerbangan dapat merespons perubahan kondisi ruang udara secara terukur dan terkoordinasi.

Di sisi lain, BMKG juga melakukan pemantauan terhadap kondisi laut di sekitar Selat Sunda. Plh Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, pemantauan terhadap 20 sensor tsunami gauge hingga pukul 07.00 WIB tidak menunjukkan adanya anomali muka air laut.

Analisis menggunakan teknologi High-Frequency (HF) Radar Array di Carita dan Tanjung Lesung juga menunjukkan probabilitas tsunami pada saat itu berada pada tingkat rendah, yakni di bawah 40 persen. Tinggi gelombang laut masih berada di kisaran satu meter.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
21 jam lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, Pramono Minta Warga Terapkan 5M

22 jam lalu

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta

22 jam lalu

Tetap Tenang, Ini Cara Lindungi Diri dari Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

23 jam lalu

Kenapa Abu Vulkanik Berbahaya? Cek Jawabannya di Sini!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal