“Masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-laki dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius 6 Km dan sektoral barat daya - timur laut 7 Km dari pusat erupsi,” kata Yosef.
Selain ancaman letusan, Yosef juga mengingatkan bahaya sekunder berupa banjir lahar hujan yang dapat terjadi bila curah hujan tinggi mengguyur area puncak. Hal ini berisiko mengalirkan material vulkanis ke sungai-sungai di sekitar gunung.
“Masyarakat yang terdampak hujan abu G. Lewotobi Laki-laki memakai masker atau penutup hidung-mulut untuk menghindari bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” ucapnya.
PVMBG terus melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki. Masyarakat diimbau tetap tenang namun waspada terhadap perkembangan situasi melalui informasi resmi dari otoritas terkait.