Masyarakat, pendaki dan wisatawan diminta untuk tidak melakukan kegiatan apa pun dalam area tersebut. Pemantauan terus dilakukan untuk mengantisipasi perubahan aktivitas gunung.
Selain erupsi, PVMBG juga mengingatkan akan potensi bahaya lahar atau banjir lahar, terutama saat musim hujan. Fenomena ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di puncak Marapi.
Warga yang tinggal di daerah lembah dan bantaran sungai di kawasan sekitar, terutama di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, diimbau tetap waspada.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta menggunakan masker penutup hidung dan mulut. Abu vulkanis bisa menyebabkan gangguan pernapasan seperti ISPA, terutama bagi anak-anak dan lansia.
Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu vulkanis. Jika ada laporan hujan abu, sebaiknya menutup sumber air bersih seperti sumur atau tampungan air.
PVMBG mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan berita bohong (hoaks) seputar aktivitas Gunung Marapi. Situasi harus dijaga tetap kondusif agar tidak memicu kepanikan.
Informasi resmi bisa diperoleh dari Pos Pengamatan Gunung Marapi di Bukittinggi atau melalui koordinasi langsung dengan PVMBG Bandung. Pemerintah daerah di Bukittinggi, Padang Panjang, Tanah Datar dan Agam diminta untuk terus berkoordinasi dan menyampaikan informasi valid ke masyarakat.