JAKARTA, iNews.id - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada, Rabu (12/8/2026) pagi. Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), peristiwa itu terjadi pada pukul 08.50 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 1.800 meter atau 1,8 kilometer (km).
Dalam laporan BPPTKG, awan panas guguran tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 49,58 milimeter dengan durasi 82,61 detik. Material bergerak ke arah barat daya menuju hulu Kali Krasak dan ke arah selatan menuju hulu Kali Boyong.
"Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi," tulis imbauan Badan Geologi.
Sementara itu, dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan masih didominasi gempa guguran dan gempa hybrid atau fase banyak.
Tercatat 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-36 mm dan durasi 49,39-155,23 detik. Selain itu, terjadi 23 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-34 mm dan durasi 22,14-55,09 detik.