Guru Besar UGM Usul Indonesia Tinggalkan Sistem Proporsional Terbuka

Felldy Aslya Utama
Guru Besar UGM Zainal Arifin Mochtar menekankan urgensi perbaikan sistem Pemilu, salah satunya dengan meninggalkan sistem proporsional terbuka. (Foto: Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Zainal Arifin Mochtar menekankan urgensi perbaikan sistem pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia berdasarkan hasil evaluasi dari pelaksanaan pemilu sebelumnya. 

Dia menilai, Indonesia sudah seharusnya mengonversi pelajaran dari masa lalu menjadi perbaikan sistem yang konkret, salah satunya dengan meninggalkan sistem proporsional terbuka (open-list). 

Pria yang akrab disapa Uceng ini mengusulkan agar Indonesia mulai mempertimbangkan peralihan ke sistem Mixed Member (sistem anggota campuran). 

Menurutnya, langkah ini penting untuk memastikan kandidat yang terpilih tidak hanya sekadar populer di mata publik, tetapi juga memiliki ideologi dan loyalitas yang jelas terhadap partai politik. 

"Mengganti menjadi mixed member kan sudah kayak keharusan ya, supaya mempertahankan kandidat itu bukan hanya ngetren di publik tapi juga tetap punya ideologi yang jelas ke partai," ucap Uceng usai menghadiri BimtekPartai Perindo di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (28/7/2026). 

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Sekjen Perindo Hadiri Perayaan HUT ke-25 Demokrat, Ajak Semua Parpol Bangun Iklim Politik Kondusif

2 hari lalu

Cerita Dokter Tirta Kuliah S2 di UGM, Padahal Sudah Punya Gelar MBA!

3 hari lalu

Pengacara Tegaskan Ijazah Jokowi Asli: Kami Tidak Perlu Debat Kusir

3 hari lalu

Hoaks Politik Makin Canggih, Partai Perindo Dorong Sistem Deteksi Dini jelang Pemilu 2029

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal