Gus Yahya Tegaskan Tak Ingin NU Terlibat Politik Praktis, Kembali ke Hasil Muktamar 1984

Widya Michella
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf menegaskan kembali tak ingin terlibat politik praktis menjelang pemilu 2024. (Foto MPI).

Lebih lanjut, Gus Yahya mengatakan bahwa sistem pemerintahan NU dapat menjadi salah satu upaya untuk mengkonstruksi keorganisasian yang pas bagi NU. Sebab NU memiliki jumlah masyarakat terbesar di Indonesia. 

“Saya dapat data, katanya NU ini sudah 50,3 persen dari seluruh populasi Indonesia. Ada yang mengatakan, 59,2 persen dari populasi Muslim. Yang terakhir malah 60,2 persen dari seluruh populasi Muslim Indonesia mengaku sebagai warga NU. Ini luar biasa," kata dia.

Oleh karena itu, menurut Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang, Jawa Tengah, peran yang harus diambil oleh jajaran struktur organisasi mulai dari PBNU hingga ranting NU adalah peran pemerintahan. Dalam hal ini, NU tidak dapat mengatur atau mengendalikan warganya, sebagaimana pengurus organisasi kepada anggotanya.

“(Tetapi) yang paling pas posisi untuk organisasi (NU) adalah menyediakan layanan untuk mereka (warga NU),” katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

Gus Yahya: RI Bisa Manfaatkan Board of Peace untuk Dorong Perdamaian AS-Israel dan Iran

Nasional
2 hari lalu

Momen Prabowo Buka Puasa Bersama Ulama, Duduk Semeja dengan Rais Aam PBNU-Ketum MUI

Nasional
2 hari lalu

Pimpinan MUI, PBNU hingga Muhammadiyah Hadiri Bukber bareng Prabowo di Istana

Nasional
18 hari lalu

PBNU Tetapkan Awal Ramadan 1447 H Jatuh Kamis 19 Februari 2026

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal