"Kalau orang Islam wajib memiliki pemimpin yang salatnya enggak bolong, bagus tidak? Bagus tidak? Perlu tidak? Kalau orang Islam diolok-olok, dihina-hina tentang pilihannya, enggak boleh, saudara," ucapnya.
Rizieq menilai, materi Pandji soal memilih calon pemimpin yang rajin salat telah menghina Alquran.
"Ini penghinaan terhadap Ayat Suci Alquran. Seolah-olah yang dia mau sampaikan pesan bohong kalau salat itu jadi benteng maksiat. Dengan dalil banyak yang salat tetap maksiat, ada pejabat salat tapi tetap korupsi, itu dijadikan dalil. Jadi seolah-olah dikatakan enggak betul itu salat benteng dari maksiat," kata Rizieq.
Dalam hal ini, Rizieq menegaskan salat adalah benteng dari perbuatan maksiat. Hal itu diajarkan oleh Allah SWT dan Alquran. Sebab itu, hal tersebut tak boleh dijadikan candaan.
"Yang mengatakan salat benteng maksiat itu adalah Allah, Alquranul Karim, Allah yang mengatakan, saudara. Inna sholata tanha anil fahsyai wal munkar, itu firman siapa? Firman siapa? Berarti itu syiar atau bukan? Syiar Allah enggak? Apa boleh dihina? Apa boleh dicanda-candain? Apa boleh diolok-olokin? Enggak boleh. Hati-hati, saudara," jelas Rizieq.
"Saudara, Anda enggak usah berfatwa, Anda bukan ulama, Anda pelawak. Anda pelawak, Anda bukan ulama, jangan langsung mengambil kesimpulan," imbuh Rizieq.