Beberapa tahun terakhir, kejadian bencana di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Pemerintah Indonesia terus mendorong agar aksi pengurangan risiko bencana juga sejalan dengan upaya pengendalian perubahan iklim melalui aksi dan partisipasi pada tingkat komunitas seperti Taruna Siaga Bencana, Desa Tangguh Bencana, serta Program Kampung Iklim.
“Kami memiliki peran dalam koordinasi, sinkronisasi dan pengendalian kebijakan di bidang pembangunan manusia dan kebudayaan, termasuk penanggulangan bencana. Kebijakan penanggulangan bencana ini melibatkan peran lintas kementerian/lembaga pada tahap pra-bencana, darurat bencana, maupun pemulihan pasca bencana,” ujarnya.
Selain itu, Muhadjir membeberkan bahwa masyarakat Indonesia juga memiliki kearifan lokal untuk menghadapi berbagai situasi dan ancaman bencana di sekitarnya melalui budaya, bangunan, peralatan tradisional, maupun upaya melestarikan alam.
“Kejadian bencana di Indonesia mendorong kami belajar dari pengalaman dalam membangun ketahanan secara kolaboratif yang dapat kami bagikan kepada delegasi-delegasi GPDRR,” katanya.
Adapun kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Pemulihan Pasca Bencana mengedepankan sasaran utama pada tumbuh kembangnya kegiatan ekonomi, sosial dan budaya serta bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan.