JAKARTA, iNews.id - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengajak semua pihak untuk bersama-sama lebih mengenali dan memahami landasan ideologi, konstitusi, komitmen kebangsaan serta semangat kesatuan dalam perbedaan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar negara, landasan ideologi, falsafah, etika moral serta alat pemersatu bangsa, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, NKRI sebagai konsensus harus dijunjung tinggi.
Selain itu, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat pemersatu dalam untaian kemajemukan bangsa merupakan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus dikenali, dipahami dan diimplementasikan.
"Sudah lama, tepatnya dimulai sejak 2004, MPR berikhtiar sosialisasi empat pilar dalam rangka menanamkan nilai-nilai luhur bangsa kepada seluruh lapisan masyarakat," ujar Bambang dalam acara Serah Terima Kepengurusan DPP Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), di Jakarta, Jumat (11/10/2019).
Politikus Partai Golkar yang biasa disapa Bamsoet ini mengatakan, salah satu tugas MPR, yaitu mengkaji sistem ketatanegaraan, UUD 1945 dan pelaksanaanya serta menyerap aspirasi. MPR, kata dia melalui alat kelengkapan, yakni Badan Pengkajian pada 2018 melakukan survei tentang efektivitas pelaksanaan sosialisasi empat pilar dan ketetapan MPR.
"Hasil survei menunjukan sebanyak 32,8 persen masyarakat secara nasional telah mengikuti sosialisasi empat pilar MPR yang dilakukan oleh MPR. Jika angka tersebut dikonversi sesuai dengan proyeksi BPS dan Bappenas yang menyebut jumlah penduduk Indonesia di 2018 sebanyak 265 juta, jumlahnya menyentuh 87 juta jiwa," ucapnya.