“Pertama, moderenisasi peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhamkam). Ini merupakan langkah untuk memastikan kesiapan TNI AU dalam menghadapi ancaman berbasis teknologi mutakhir,” katanya.
Langkah kedua pengembangan piranti lunak untuk efektivitas operasi multi domain yang terintegrasi. Selanjutnya, validasi organisasi agar semakin adaptif dengan tantangan masa depan. Keempat, peningkatan kualitas SDM TNI AU agar lebih profesional dan unggul.
“Terakhir, berpartisipasi aktif dalam mendukung kebijakan nasional demi memperkuat sinergi pertahanan dalam pembangunan bangsa secara menyeluruh,” ucapnya.
Dalam upacara Hari Bakti TNI AU, seluruh peserta juga mengenang gugurnya tiga perwira udara. Mereka gugur saat menjalankan misi kemanusiaan 78 tahun silam.
Ketiganya yakni Komodor Muda Udara Abdul Rachman Saleh, Komodor Muda Udara Agustinus Adisutjipto dan Opsir Muda Udara I Adisumarmo.
“Mereka gugur sebagai pahlawan dan hidup abadi sebagai teladan yang terpatri dalam prasasti dan mengalir dalam semangat juang setiap insan Dirgantara,” kata Kasau.
Selain upacara militer, peringatan Hari Bakti ke-78 TNI AU juga diisi dengan kegiatan sosial. Seperti mengadakan renovasi rumah, perbaikan fasilitas umum dan pengobatan gratis. Kegiatan tersebut dipusatkan di Kabupaten Pandeglang, Banten.