JAKARTA, iNews.id – Fenomena astronomi Super New Moon atau bulan baru super akan terjadi hari ini, Selasa (14/7/2026). Kapan fenomena ini terjadi?
Meski tidak dapat disaksikan secara langsung karena Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, fenomena ini menjadi perhatian karena bertepatan dengan posisi Bulan yang berada di dekat titik terdekatnya dengan Bumi atau perigee.
Berdasarkan data astronomi internasional, fase bulan baru (New Moon) mencapai puncaknya pada 14 Juli 2026 sekitar pukul 16.43–16.45 WIB. Pada momen tersebut, permukaan Bulan yang menghadap ke Bumi tidak menerima cahaya Matahari, sehingga tampak menghilang dari langit malam.
Super New Moon merupakan istilah yang digunakan ketika fase bulan baru terjadi saat Bulan berada di dekat perigee, yaitu titik orbit terdekat dengan Bumi. Berbeda dengan Super Full Moon atau supermoon yang tampak lebih besar dan terang, Super New Moon tidak bisa diamati dengan mata telanjang.
Walau demikian, posisi Bulan yang lebih dekat dengan Bumi membuat gaya gravitasi Bulan dan Matahari bekerja lebih kuat terhadap lautan. Kondisi ini dapat memicu pasang air laut yang lebih tinggi dibandingkan biasanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga telah mengingatkan adanya potensi peningkatan tinggi muka air laut yang dapat menyebabkan banjir pesisir atau banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia selama periode Super New Moon.
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya genangan akibat pasang maksimum serta terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini yang dikeluarkan oleh instansi terkait.