“Padahal kan yang like dan comment bukan orang. Like dan comment itu mesin, keyboard. Kita menipu diri kita sendiri tapi kita senang,” tambahnya.
Menurut Hasan, fenomena ini juga memperlihatkan rendahnya kesadaran publik terhadap perbedaan antara kenyataan dan dunia digital yang bersifat tontonan.
“Nah jadi kita dengan dunia tontonan ini seringkali sudah kehilangan makna, kita sudah kehilangan fungsi,” kata dia.