HighScope Indonesia Gelar HSMUN 2024, Asah Keterampilan Diplomasi dan Berwawasan Global

Jack Newa
HSMUN jadi wadah bagi siswa untuk mengasah keterampilan dalam berdiplomasi dan menambah wawasan terhadap isu-isu global. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan).

Tepat pukul 08.00 WIB, seluruh siswa yang menjadi “perwakilan” delegasi dari DPR RI, UNCA, WHO, ASEAN, ECOSOC, HCC, UNSS, UNSC, CRISIS, SOCHUM, memasuki ruang acara. Selama dua hari ratusan siswa dan siswi SMA melakukan simulasi dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ada yang berperan sebagai Sekretaris Jenderal PBB, Director Lembaga Internasional, LSM, NGO, hingga anggota DPR RI.

Para siswa-siswi yang menjadi perwakilan delegasi lembaga dan organisasi tersebut kemudian berdiskusi dan mencari solusi terhadap isu-isu global. Seperti peserta yang tergabung dalam organisasi ECOSOC, yang merupakan salah satu badan utama PBB. Para peserta mengidentifikasi masalah dan resolusi dalam bidang ekonomi, sosial, kesehatan, budaya, pendidikan, hingga hak asasi internasional. 

Keynote speaker yang hadir di HSMUN 2024 menekankan pentingnya keterampilan dalam bernegosiasi dalam kehidupan sehari-hari. (Foto: iNews Media Group/Aldhi Chandra Setiawan).

Diplomasi Menjadi Aspek Penting 

Diplomasi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan. Sebagai bekal dalam menghadapi era globalisasi, kemampuan berdiplomasi dinilai penting untuk ditanamkan sejak usia sekolah agar anak memiliki keterampilan dalam berinteaksi dan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi, termasuk interaksi di dalam hubungan internasional.

Dengan skill ini, para siswa diharapkan dapat mengasah kemampuan diplomasi, memahami apa saja isu-isu global, dan melatih daya pikir siswa dalam menyelesaikan permasalahan global.  

Caka Alverdi Awal Director for International Security and Disarmament Ministry of Foreign Affairs RI mengatakan, bahwa kegiatan HSMUN ini dapat memberikan banyak nilai positif khususnya kepada pelajar. Menurutnya, konferensi model PBB seperti HSMUN menjadi wadah untuk berlatih dan mempelajari bagaimana cara berdiplomasi dan negosiasi dalam memecahkan masalah keamanan internasional.

“Saya mendorong peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan berdiskusi dan mendengarkan ide dari peserta lain. Dalam berdialog kita pun harus menyikapi perbedaan-perbedaan pandangan dari peserta lain. Dalam karier apapun pasti kita harus melakukan diplomasi. Kemampuan berdiplomasi yang perlu dikuasai seperti komunikasi, negosiasi, dan presentasi,” ujarnya.

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
Bisnis
3 jam lalu

Kementerian PANRB Bangun Birokrasi Masa Depan Sepanjang 2025

Bisnis
12 jam lalu

Perkuat Dukungan BUMN Peduli, Bank Mandiri Siap Bangun Huntara di Aceh Tamiang

Muslim
1 hari lalu

Cahaya Hati Cahaya Indonesia: AQUA Dukung Kenyamanan Jamaah di Masjid Istiqlal

Health
2 hari lalu

Pokky Komitmen Hadirkan Popok Bayi Berkualitas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal