"Saya tidak pernah mengalami seperti itu. Saya mungkin bisa bicara teori, tapi beliau menyampaikan secara lapangan, secara praktik bagaimana caranya supaya disukai oleh rakyat," tuturnya.
Sebelumnya di hadapan 575 caleg Perindo Jokowi menuturkan, kontestasi politik tahun depan merupakan pengalaman pertama kalinya di Indonesia. Sebab, Pemilu 2019 akan dilakukan secara serentak, yakni pemilu legislatif bersamaan dengan pemilihan presiden. Untuk itu, diperlukan berbagai strategi untuk bisa memenangkan pertarungan.
Menurut Jokowi, memenangkan pemilu tak cukup hanya dengan serangan udara (kampanye/iklan). Berdasarkan pengalamanmya dari saat mengikuti pemilihan wali kota Solo, terdapat tiga hal yang dinilai sangat penting untuk bisa memenangkan, yakni micro targeting, micro campaigning, dan micro canvassing.
Kepala Negara menilai, branding yang baik sebagai politisi akan membentuk citra yang baik pula. Dengan demikian hal ini akan berdampak kepada para konsituen yang dapat memilih saat berlangsungnya kontestasi.
"Inilah yang saya bawa dari solo, marketing produk jadi marketing politik, apa yang saya lihat waktu itu di tahun 2004," ujarnya.