BMKG menjelaskan bahwa dinamika atmosfer sepekan ke depan juga dipengaruhi oleh sirkulasi siklonik di Kalimantan Utara yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi angin. Kondisi ini, ditambah suhu muka laut yang hangat dan aktifnya fenomena MJO, Gelombang Kelvin, serta Gelombang Rossby Ekuator, mendukung pertumbuhan awan konvektif di banyak wilayah Indonesia.
Dari skala global, fenomena La Niña lemah dan penguatan seruakan udara dingin (cold surge) dari Asia turut berkontribusi terhadap peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang.
Berikut prakiraan cuaca pada sepekan ke depan periode 2 hingga 8 Januari 2026:
Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi berawan hingga hujan ringan. Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut: