Idul Fitri Berpotensi Berbeda, Komisi VIII DPR: Harus Saling Menghormati dan Jaga Persaudaraan

Bachtiar Rojab
Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Ace Hasan Syadzily (foto: DPR)

“Apa yang telah ditetapkan ulil amri (pemerintah) sebaiknya bisa menjadi salah satu mekanisme menghindari perbedaan. Sebab perbedaan pendapat dalam Fikih itu biasa, sesuatu yang biasa terjadi,” ungkap Ace.

Pimpinan Komisi DPR yang membidangi urusan agama itu meyakini seluruh umat Islam di Indonesia telah dewasa secara iman. Oleh karenanya, Ace yakin perbedaan penetapan 1 Syawal 1444 Hijriah tidak akan menimbulkan perpecahan. 

“Selalu dan selalu kita harus menjaga kerukunan beragama sekalipun ada perbedaan. Itulah identitas kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila,” politisi Partai Golkar itu.

Di sisi lain, Ace berharap Pemerintah Daerah (Pemda) dapat memfasilitasi masyarakat yang hendak menggelar Salat Ied bersama. Seperti penggunaan lapangan-lapangan yang dikelola Pemda agar dapat dibuka dan diizinkan untuk menjadi tempat Salat Idul Fitri.

“Pastinya ibadah Idul Fitri akan semakin indah bagi semua yang menjalankan, dan hadirnya keharmonisan antarumat beragama akan membuat perayaan Lebaran semakin bermakna,” tutupnya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
6 hari lalu

Breaking News: DPR-Pemerintah Sepakat Biaya Haji 2027 Rp98,4 Juta, Jemaah Bayar Rp54,6 Juta

14 hari lalu

California Resmi Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha Hari Libur Negara Bagian

15 hari lalu

Prabowo Tak Ingin Biaya Haji Membebani Jemaah, Sarankan Perubahan Komposisi Bipih

1 bulan lalu

Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja Komisi VIII DPR Minta 3.000 Riyal saat Dinas ke Saudi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal