Direktur Utama Holding Kawasan Industri Indonesia Ngurah Wirawan mengatakan, kesepakatan di London menunjukkan kepercayaan investor global terhadap kawasan industri nasional. Menurutnya, kawasan industri Indonesia menawarkan ekosistem terintegrasi dengan dukungan infrastruktur, tenaga kerja dan layanan yang mendukung investasi jangka panjang.
“Kesepakatan di London ini membuktikan bahwa investor global memilih Indonesia dan Holding Kawasan Industri sebagai mitra terpercaya yang menghadirkan ekosistem industri modern yang terintegrasi, dengan layanan andal, SDM berkualitas, serta berorientasi pada keberlanjutan,” kata Ngurah.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan JIEP Leonnardo Feneri menjelaskan, investor asal Inggris, BlackInk Co-operation Limited, akan menindaklanjuti kesepakatan tersebut ke tahap kerja sama yang lebih konkret. Investasi di JIEP diproyeksikan membuka ratusan lapangan kerja. JIEP juga telah menyiapkan lahan dengan dukungan pasokan listrik dan air untuk menunjang kegiatan usaha investor.
Sementara itu, Direktur Utama KITB Marfan Trihartiko menyebut pengembangan infrastruktur digital di KEK Industropolis Batang ditujukan untuk membangun ekosistem industri modern dan berdaya saing global. Kerja sama tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan industri berteknologi tinggi, transfer pengetahuan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di Batang dan Jawa Tengah.
Saat ini, Holding Kawasan Industri Indonesia mengelola tujuh kawasan industri seluas 7.706 hektare yang tersebar di enam provinsi. Kawasan tersebut dihuni lebih dari 1.200 tenant dari 25 negara, dengan total investasi lebih dari 10 miliar dolar AS dan penyerapan tenaga kerja mencapai lebih dari 300.000 orang.