JAKARTA, iNews.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menandatangani perjanjian investasi senilai Rp3,74 triliun pada 14 Oktober 2026. Dana tersebut mencakup pembangunan delapan tower rumah susun aparatur sipil negara (ASN) senilai Rp2,629 triliun serta lima proyek swasta senilai Rp1,11 triliun di sektor pangan, properti, kuliner, mebel, dan fasilitas komersial.
Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan, pembiayaan pembangunan Nusantara menggunakan beberapa skema, mulai dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), investasi swasta, hingga hibah.
“Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya,” ujar Basuki dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).
Proyek hunian ASN menjadi bagian terbesar dari investasi yang ditandatangani pada 14 Oktober 2026. PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management memprakarsai pembangunan delapan tower rumah susun dengan total 288 unit di Wilayah Perencanaan (WP) 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.
Proyek tersebut menempati lahan seluas 6,84 hektare dengan nilai investasi Rp2,629 triliun. Setiap unit rumah susun dirancang memiliki luas 190 meter persegi.