JAKARTA, iNews.id - Indonesia menyerukan agar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) memperkuat upaya pencegahan konflik serta menjadikan organisasi kawasan sebagai mitra utama dalam perdamaian. Seruan ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir pada Open Debate DK PBB mengenai penyelesaian sengketa secara damai di Markas Besar PBB di New York.
Dalam pernyataannya, Wamenlu Tata menyoroti bahwa DK PBB masih terlalu sering bertindak setelah ketegangan meningkat, sehingga instrumen yang tersedia lebih banyak digunakan untuk merespons konflik daripada mencegahnya.
Indonesia juga menggarisbawahi pentingnya dialog, mediasi, pemeliharaan perdamaian, hingga pemulihan pascakonflik sebagai satu kesatuan proses yang berkesinambungan dalam membina perdamaian. Dalam konteks tersebut, Indonesia juga mendorong pelibatan perempuan dan pemuda sebagai mitra dalam bina damai.
Selain itu, Indonesia menggarisbawahi pentingnya peran organisasi kawasan sebagai lini pertama dalam mencegah konflik. Berbekal pengalaman di ASEAN, Indonesia menilai bahwa mekanisme kawasan memiliki keunggulan dalam membangun kepercayaan, membuka ruang dialog, dan meredakan ketegangan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.
“ASEAN Outlook on the Indo-Pacific merupakan contoh bagaimana kerja sama praktis di bidang maritim, konektivitas, dan ekonomi dapat membangun kepercayaan di tengah dinamika geopolitik kawasan,” ujar Tata dalam keterangannya dikutip, Minggu (26/7/2026).