Di tengah euforia juara tingkat internasional, komitmen merawat ekosistem pembinaan usia muda tidak luput dari pandangan strategisnya. Sebagai Pembina PPSM Magelang, Gema menaruh apresiasi khusus pada denyut kompetisi lokal di daerah yang menjadi fondasi utama piramida sepak bola nasional. Menyikapi hasil dua laga uji coba terakhir PPSM Magelang melawan Banyumas yang berkesudahan dengan skor 0-1 dan 2-4, ia memberikan perspektif membuminya.
"Pesta di GBK malam ini bermula dari lapangan-lapangan di daerah. Di pertandingan Liga 1 hingga 4, seperti halnya kemarin tim Magelang baru saja melakoni laga uji coba yang sarat tekanan melawan Banyumas. Meski papan skor belum memihak dengan kekalahan 0-1 dan 2-4, saya mengangkat topi setinggi-tingginya atas daya juang pantang menyerah putra daerah yang memberikan segalanya di atas lapangan," papar Gema.
Dari kekalahan dan pertandingan yang sulit itulah mental baja ditempa, celah taktis dievaluasi, dan kedisiplinan mulai dibentuk. Dan tentunya manajemen Klub Bola yang mumpuni.
Antara panggung megah di Jakarta dan keringat para pemain muda di Magelang, terdapat satu garis lurus yang menegaskan bahwa membangun dinasti sepak bola yang kuat selalu membutuhkan pengorbanan, evaluasi berkelanjutan, dan pembinaan yang pantang surut.