Namun, seiring waktu dia menyadari pola pikir tersebut justru berdampak buruk bagi dirinya. Karena itu, dia mulai mengubah cara pandangnya menjadi lebih santai dalam menghadapi proses kehidupan.
“Nah di tengah-tengah kuliah, aku sadar kalo mindset itu tuh gak baik gitu buat aku. Jadinya aku switch menjadi orang yang lebih chill, jadi kayak yang penting dijalanin dulu aja, kalaupun emang ada ups and downsnya, yaudah gapapa, itu part of the process kita belajar gitu,” kata dia.
Tak hanya itu, Namira juga menyarankan anak muda untuk mengikuti kegiatan yang bisa melatih mental agar semakin kuat. Salah satunya melalui olahraga lari maraton yang menurutnya mampu melatih daya tahan fisik sekaligus mental.
“Nah dan yang terakhir, itu ikut kegiatan-kegiatan yang semacam bisa membuat mentalnya lebih kuat, kayak marathon. Karena marathon itu kan kita lari 3 jam loh, 3-4 jam, yang menemani kita cuma musik dan diri kita sendiri gitu. Kan mau gak mau dalam menyelesaikan hal itu, kita tuh harus bermental kuat. Karena kalo mental kita gak kuat, itu pasti di tengah-tengah,” ujarnya.