Dia mengatakan kebiasaan menonton tidak hilang. Namun, yang berubah hanya media yang digunakan untuk menonton.
"Behavior menonton tetap ada. Yang berubah apa? Medianya saja, platformnya saja. Mau pakai televisi, handphone, iPad, komputer, sama saja,” jelasnya.
Untuk itu, Alam menjelaskan media tidak bisa berdiam diri ketika terjadi perubahan. Seperti yang dilakukan iNews Media Group untuk mengubah strategi kompetisi dari yang sebelumnya hanya bertumpu pada televisi, menjadi lebih agresif di ranah digital.
iNews Media Group kini menerapkan strategi one content, multiplatform. Strategi itu memungkinkan satu konten bisa didistribusikan ke berbagai platform yaitu televisi, YouTube, Instagram, hingga TikTok.
“Multiplatform artinya satu konten kita distribusikan ke banyak channel, multiformat artinya konten dibuat dalam bentuk landscape, potrait, dan lainnya sesuai kebutuhan platform, dan multiexperiences artinya setiap platform punya penyajian berbeda karena user-nya juga berbeda,” jelasnya.
Selain adaptasi dalam penyajian platform, perubahan cara penyampaian konten juga dinilai harus lebih cepat, relevan, dan menarik. Di media sosial, konten yang tidak mampu menarik perhatian sejak detik pertama akan langsung dilewati (swipe).