JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan enam perintah kepada seluruh aparat pemerintah dalam upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pertama adalah memprioritaskan upaya pencegahan.
“Sekali lagi prioritaskan pencegahan. Jangan terlambat. Karena kalau sudah terlambat kita guyur dengan water bombing sebanyak apapun, pengalaman kita sudah terlanjur sulit. Jadi api boleh keluar kecil tapi segera dipadamkan. Sekali lagi pencegahan diprioritaskan,” katanya di Istana Negara, Senin (22/2/2021).
Kedua, Jokowi meminta agar infrastruktur monitoring dan pengawasan harus sampai tingkat bawah. Dia mencontohkan Polda Riau yang mempunyai aplikasi teknologi yang bisa cek sampai bawah. Dia juga meminta melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Kepala desa serta tokoh masyarakat untuk mencegah karhutla. "
Berikan pendidikan yang terus menerus kepada masyarakat, kepada perusahaan, korporasi. Terutama di daerah dengan kecenderungan peningkatan hotspot. Ajak tokoh agama, ajak tokoh masyarakat untuk ikut menjelaskan kepada masyarakat akan bahaya kebakaran hutan dan lahan bagi kesehatan dan juga dampak ekonomi yang tidak kecil,” katanya.
Lalu yang ketiga, Jokowi meminta agar dicari solusi permanen untuk mencegah dan menangani karhutla di tahun-tahun mendatang. Pasalnya 99 persen kebakaran hutan itu adalah ulah manusia baik yang disengaja atau tidak.