Saya mengerti masih banyak yang mungkin masih emosional dan kita mengerti banyak hal yang harus kita perbaiki. Tapi intinya adalah saya berpendapat bahwa antara pemimpin kalau hubungannya baik, kita bisa saling mengingatkan. Kalau beliau mau ketemu saya, ya saya juga akan memanfaatkan untuk menyampaikan hal-hal demi kebaikan bersama.
Jadi saya ucapkan selamat bekerja. (warga berteriak riuh: “peluk.. peluk.. peluk”)
Inilah demokrasi Pak, kita disuruh-suruh.
Saya juga ucapkan selamat tambah rambut putih Pak. Saudara-Saudara, menjadi presiden itu adalah mengabdi. Jadi, masalah yang beliau pikul besar. Kami siap membantu kalau diperlukan Pak, untuk kepentingan rakyat. Tapi kalau kami, juga minta maaf kalau kami mengkritisi Bapak sekali-sekali, kan demokrasi butuh suatu check and balance.
Saya kira demikian dari saya.