Insentif SPPG Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Jamin Mitra Tetap Dapat Untung

Tangguh Yudha
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (Foto: Dok. BGN)

Dia menjelaskan, perubahan skema insentif dilakukan agar perhitungannya lebih adil dan proporsional berdasarkan jumlah porsi yang diproduksi masing-masing dapur.

Pemberian insentif dengan nominal sama kepada SPPG yang memiliki jumlah porsi berbeda berpotensi menyebabkan pemborosan anggaran negara.

"Sebetulnya hitung-hitungannya kan satu dapur porsinya 3.000 dikali 2.000 jadi Rp6 juta. Nah, kalau sedikit (porsi) dan banyak kemudian dibayar sama, itu kita sudah ada review-nya, dari BPK, dari BPKP, kita udah cek, itu namanya ada pemborosan anggaran negara. Tentu saja kita kan ingin efisien," ucap Sudaryono.

Dengan skema baru tersebut, besaran insentif yang diterima setiap SPPG akan mengikuti jumlah porsi MBG yang diproduksi. BGN menilai mekanisme tersebut lebih efisien dibandingkan pemberian insentif dengan nominal tetap setiap hari.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
8 jam lalu

BGN Segera Uji Coba MBG Prasmanan di 60 SPPG, Begini Konsepnya

3 hari lalu

BGN Temukan Yayasan Minta Setoran per Ompreng ke Mitra MBG, Begini Modusnya

3 hari lalu

Viral Menu MBG di Pati Ditemukan Cacing dan Ulat, Plt Bupati Langsung Sidak SPPG

3 hari lalu

Insentif Dapur MBG Diubah Jadi Rp2.000 per Porsi, Berlaku Mulai 5 Oktober

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal