“Kami sudah mengerahkan helikopter dan truk logistik untuk menjangkau 70 titik terisolir,” kata Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto.
Dia menambahkan, 19 Polres telah mendirikan dapur lapangan, sementara 25 SPPG dialihkan untuk mendukung penyediaan kebutuhan dasar masyarakat.
Koordinasi lintas sektor antara Polri, TNI, BPBD, dan pemerintah daerah terus diperkuat. Upaya yang dilakukan antara lain airdrop logistik ke wilayah sulit dijangkau, pemulihan jaringan komunikasi, perbaikan pasokan listrik, serta pemenuhan kebutuhan dasar warga.
Kapolri kembali menegaskan komitmen untuk memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan. “Prioritas kita adalah memastikan tidak ada warga yang luput dari jangkauan bantuan,” katanya.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, penanganan bencana diharapkan dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga proses pemulihan dapat segera dimulai. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan serta mengikuti arahan resmi dari instansi berwenang.