Intensitas Hujan Masih Tinggi pada Juni 2022, Begini Penjelasan BMKG

Binti Mufarida
Sejumlah wilayah Indonesia masih mengalami hujan . (Foto: Ilustrasi/Ist)

Dea pun menjelaskan beberapa faktor yang menyebabkan tingginya curah hujan saat ini antara lain, faktor pertama yaitu masih hangatnya muka laut di beberapa wilayah Indonesia dibandingkan dengan normalnya yang ditandai dengan nilai anomali suhu muka laut positif.

“Kondisi ini akan mendukung peningkatan suplai uap air sebagai sumber pembentukan awan-awan hujan. Selain itu masih tingginya kelembaban udara di sekitar wilayah Indonesia akan semakin mendukung pertumbuhan awan hujan yang lebih intens,” paparnya.

Faktor kedua yaitu aktifnya fenomena median julian oscillation (MJO), gelombang rossby ekuatorial dan juga gelombang kelvin di wilayah Indonesia. Sementara itu, MJO, gelombang rossby ekuatorial dan juga gelombang kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya potensi pertumbuhan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya.

“Fenomena MJO dan gelombang kelvin bergerak dari arah Samudra Hindia ke arah Samudra Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus bulanan MJO dan siklus mingguan pada gelombang kelvin,” ungkap Dea.

Sebaliknya, Dea mengungkapkan fenomena gelombang rossby ekuatorial bergerak dari arah Samudra Pasifik ke arah Samudra Hindia dengan melewati wilayah Indonesia yang mempunyai siklus mingguan. “Sama halnya seperti MJ maupun kelvin, ketika gelombang rossby ekuatorial aktif di wilayah Indonesia, maka akan berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia,” paparnya.

Faktor ketiga, kata Dea, yaitu terbentuknya pola-pola pusaran angin di perairan barat Sumatera dan di wilayah sekitar Kalimantan yang membentuk daerah belokan atau daerah pertemuan dan perlambatan kecepatan angin yang disebut dengan konvergensi.

“Gangguan atmosfer ini akan membantu proses pengangkatan uap-uap air sebagai sumber pembentukan awan. Sehingga daerah di sekitar lokasi gangguan atmosfer tersebut akan memiliki potensi pertumbuhan awan hujan yang cukup besar,” katanya. 

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG Catat 71 Gempa Susulan Guncang Palu Sulteng usai M6,7

57 tahun lalu

Palu Diguncang Gempa M 6,7! Warga Panik Berhamburan, Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak

57 tahun lalu

BMKG: Gempa Besar Palu Sulteng Dipicu Aktivitas Sesar Sausu, Bukan Palu-Koro

57 tahun lalu

Gempa Besar M6,7 Guncang Palu Sulteng, BMKG Waspadai Potensi Likuifaksi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal