JAKARTA, iNews.id - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn.) Dudung Abdurachman merespon insiden berulangnya kecelakaan Kereta Api (KA) yang terjadi di perlintasan sebidang tanpa palang pintu. Pihaknya pun mendorong evaluasi perlintasan sebidang.
Sebelumnya, kecelakaan maut melibatkan kereta api KA Argo Bromo Anggrek dan sebuah mobil Toyota Avanza terjadi di perlintasan sebidang di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (1/5/2026) dini hari. Insiden ini mengakibatkan empat orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Kejadian ini hanya beberapa hari setelah insiden kecelakaan KA Argo Bromo dengan Commuter Line (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026), yang mengakibatkan 16 orang meninggal dunia.
"Saya, Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menyatakan belasungkawa dan duka mendalam kepada keluarga korban. Insya Allah seluruh korban meninggal syahid," kata Dudung dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (2/5/2026).
Dudung mengatakan kecelakaan beruntun ini menjadi pengingat untuk membenahi transportasi publik, khususnya kereta api. Armada, infrastruktur, hingga layanan terhadap publik harus dibarengi infrastruktur penopang seperti perlintasan kereta yang aman bagi keselamatan kereta yang lewat serta pengguna jalan lainnya.