Selain itu, Bibit Siklon 92P saat ini juga terpantau berada di Teluk Carpentaria dengan tekanan udara minimum sebesar 1008 hPa, kecepatan angin sebesar 15 knot, serta bergerak ke arah selatan-tenggara.
Secara umum, potensi bibit 92P menjadi siklon tropis dalam 24-72 jam dalam kategori rendah. Bibit siklon tropis 92 P dapat meningkatan kecepatan angin >25 knot di Wilayah Laut Banda, Laut Arafuru, Maluku bagian Selatan hingga Tenggara, dan Papua Selatan bagian Selatan.
Kemudian membentuk pertemuan (konfluensi) dan perlambatan angin (konvergensi) di Laut Timor hingga Papua Selatan bagian Selatan, dan sekitar Bibit Siklon Tropis tersebut.
Dalam sepekan ke depan, terdapat potensi peningkatan aktivitas monsun Asia disertai dengan Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) yang diprediksi menguat, sehingga massa udara lembab lebih cepat dan mudah melewati ekuator menuju wilayah selatan Indonesia.
"Hal ini memberikan dampak pada peningkatan kejadian cuaca ekstrem di beberapa wilayah di selatan Indonesia, khususnya Sumatera Bagian Selatan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara," paparnya.