Proyeksi tersebut, lanjut Rivan, disusun berdasarkan pengalaman pengelolaan lalu lintas pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) sebelumnya. Menurut dia, tingkat akurasi penghitungan lalu lintas Jasa Marga pada Nataru 2025 mencapai hampir 100 persen atau sekitar 90,9 persen.
Selain arus mudik, Jasa Marga juga memproyeksikan arus balik Lebaran 2026 akan mencapai sekitar 3,5 juta kendaraan. Pola pergerakan diperkirakan relatif sama, dengan 50 persen kendaraan kembali dari arah timur, 28 persen dari arah barat, dan sisanya dari arah selatan.
Namun, porsi kendaraan dari Trans Jawa diperkirakan sedikit berkurang karena kemungkinan penundaan waktu kepulangan.
"Ini adalah satu kegiatan yang terus disiapkan oleh kami dan seluruh Direksi, yang secara lengkap mendukung terhadap persiapan Lebaran, juga sekaligus siap memberikan pelayanan terbaik untuk seluruh pengguna jalan tol Jasa Marga," kata dia.