Jelang Penetapan Presiden & Wapres Terpilih, Rumah Prabowo Sepi

Meinia Mutiara
Antara
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Foto: iNews.id/Dok.)

JAKARTA, iNews.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal menggelar pleno terbuka penetapan presiden dan wakil presiden terpilih. Menjelang rapat tersebut, suasana di kediaman Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara IV Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak sepi.

Berdasarkan pantauan, tidak terlihat petugas yang biasa berjaga-jaga di depan pintu gerbang rumah ketua umum Partai Gerindra itu. Bahkan, anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi juga tidak terlihat di sana, mengingat Koalisi Indonesia Adil Makmur yang mengusung pasangan nomor urut 02 itu di Pilpres 2019 telah dibubarkan dan Prabowo pun menyerahkan keputusan politik kepada masing-masing parpol.

Anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra, Andre Rosiade mengatakan, Prabowo memang tidak berada di rumahnya di Jalan Kartanegara. “Beliau (Prabowo) tengah berada di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata Andre ketika dikonfirmasi, Minggu (30/6/2019).

Prabowo dan Sandiaga Uno dikabarkan tidak akan menghadiri penetapan pasangan presiden dan wakil presiden terpilih 2019 yang digelar KPU hari ini. Kendati demikian, pihak KPU telah melayangkan undangan terhadap para peserta pilpres, termasuk paslon 02.

Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani pada Jumat (28/6/2019) lalu menuturkan, Prabowo dalam rapat bersama pimpinan partai pendukungnya menyatakan bahw Koalisi Indonesia Adil Makmur telah selesai. BPN Prabowo-Sandi juga telah selesai.

Prabowo pun menyerahkan keputusan politik berikutnya kepada masing-masing partai karena itu memang tidak bisa diintervensi. Muzani menjelaskan, Prabowo menyampaikan permohonan maaf kepada parpol koalisi dan pendukung Prabowo-Sandi, serta perjuangan untuk mencapai kebenaran telah diputuskan MK, sehingga pihaknya akan patuh atas putusan tersebut.

“Prabowo mengaku bertanggung jawab sehingga menyampaikan permohonan maaf pada semua elemen masyarakat dan pendukung di tiap kampanye serta itu menjadi modal yang kuat,” ujarnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jokowi bakal Safari ke Jateng, PDIP: Jangan Sombong Ganti Kandang Banteng Jadi Gajah

57 tahun lalu

Lagi, Roy Suryo Ajukan Praperadilan Gugat Polda Metro Jaya

57 tahun lalu

Kubu Jokowi Sebut Praperadilan Roy Suryo Ulur Waktu Proses Hukum: Ada Niat Lain

57 tahun lalu

Pengacara Dokter Tifa Kritik Dakwaan Jaksa: Ada Unsur Diskriminasi!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal