Dia menjelaskan, dipilihnya Cak Imin untuk menjadi cawapres Jokowi karena para kiai mencintai Jokowi. Para kiai ingin memastikan bahwa Pak Jokowi ditopang oleh kekuatan Islam, NKRI 100 persen dan dekat dengan ulama.
Dia mengingatkan, keputusan kiai NU mendukung Cak Imin juga bukan karena semata-mata mereka fanatik terhadap ketua umum PKB itu.
Kiai menginginkan Indonesia tetap utuh dalam bingkai keberagaman dan persatuan. ”Jika Indonesia hanya dipimpin nasionalis, itu tidak tepat. Demikian juga bila Indonesia dipimpin figur Islam yang terlalu kekanan-kananan, itu juga tidak pas,” katanya.
Keputusan kiai mendukung Imin juga didasarkan pertimbangan secara politik dia yang paling mumpuni dan bisa menjadi figur diharapkan pada Pemilu 2024.
”Karena itu, kenapa tidak Mahfud MD? Karena Cak Imin ketua umum parpol, itu secara politik modal. Mahfud MD tidak seperti itu (bukan ketua umum partai). Selain itu Mahfud MD juga sudah terlalu tua nanti pada 2024,” katanya.