Sementara itu, analis kebijakan publik sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, menyoroti kekuatan oligarki yang menurutnya telah merusak Indonesia. Dia menuding adanya praktik suap terhadap sejumlah unsur di pemerintahan dan lembaga negara.
“Partai Politik disuap, penegak hukum disuap, Bintang-bintang coklat dan ijo dijadikan pelindung perampokan mereka,” tutur Said.
Said menilai belum ada presiden selain Prabowo Subianto yang berani menyentuh kekuatan tersebut. Dia meyakini langkah Prabowo akan memicu serangan balik dari pihak-pihak yang merasa terganggu.
“Karena Prabowo langsung menyerang kekuasaan mereka maka datanglah sandiwara yang dilakukan oleh mantan kapolri untuk menyadap Presidennya. Itu adalah puncak dari segalanya,” pungkasnya.