Menurut JK, makna dalam menjalankan syariat Islam itu sederhana sehingga tidak ada unsur radikalisme. Syariat Islam itu seperti menjalankan puasa, salat, termasuk mengenakan baju yang pantas setiap hari untuk orang lain itu, juga termasuk Syariat Islam.
Perkecualian jika ada unsur pemaksaan dalam penegakkan Syariat Islam, hal tersebut tidak dibenarkan. "Kecuali ada penangkapan orang yang tidak salah, nah itu salah. Ini kan orang puasa atau tidak puasa tidak ada yang masuk penjara toh," kata JK.
Wapres menegaskan, setiap orang yang berjuang melaksanakan syariat Islam belum tentu terpapar radikalisme dan tidak perlu diambil tindakan hukum.
"Orang yang berjuang menjalankan syariat Islam merupakan orang biasa seperti Pak Syafruddin (Menteri PANRB) menjalankan syariat Islam dengan puasa Senin-Kamis. Jadi Azwar merupakan orang biasa-biasa saja dan lembaga itu juga lembaga biasa saja tidak beringas," tuturnya.
JK pun meminta masyarakat tidak alergi dengan Syariat Islam karena pada dasarnya setiap umat muslim telah menjalankan dan menegakkan Syariat Islam dengan menjalankan ibadah.