JK Ingatkan Indonesia Mesti Waspadai Serangan Ekonomi China

Wildan Catra Mulia
Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan pembekalan dalam Program Kegiatan Bersama Kejuangan di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, Jakarta, Rabu (14/8/2019). (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga).

JAKARTA, iNews.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengingatkan perlunya kewaspadaan untuk menghadapi serangan dari negara lain. Bukan dalam bentuk invasi militer, melainkan ekonomi. Salah satu negara yang patut diwaspadai yakni China.

JK menuturkan, berdasarkan penelitian Indonesia hampir dapat dikatakan tidak memiliki musuh antarnegara yang bisa menimbulkan konflik serangan maupun peperangan. Namun, banyak negara besar yang melakukan penguasaan terhadap negara lain dengan cara ekonomi.

"China tidak akan menyerang Indonesia, tetapi akan menyerang kita dari sisi ekonomi. Bisa industri macet apabila kemampuan kita tidak terjadi," tutur JK saat memberikan pembekalan kepada ribuan Perwira Siswa Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko), Sekolah Staf Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, Sesko Angkatan dan Sespimmen Polri 2019 di Auditorium Jos Soedarso Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

JK menyampaikan, penting bagi semua elemen, baik pemerintah maupun aparat keamanan untuk menyadari akan artinya kebersamaan. Bukan hanya satu faktor yang harus diungguli, namun juga semua faktor harus dikuasai agar negara tetap kuat.


Kalau satu faktor tidak dipenuhi, keamanan juga tidak dipenuhi, akan berakibat kepada ekonomi. Politik, kata JK, dapat bergejolak tanpa arah atau ekonomi rusak berakibat pada masalah sosial dan keamanan bangsa.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
3 hari lalu

Batal ke Eropa, Wisatawan RI Geser Liburan ke China dan Jepang imbas Konflik di Timur Tengah

Buletin
4 hari lalu

Jusuf Kalla: Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Pahlawan Perdamaian

Nasional
4 hari lalu

Jusuf Kalla Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon: Pahlawan Perdamaian

Nasional
7 hari lalu

Rapat Akhir Pekan, Prabowo Bahas Kebijakan Ekonomi dan Energi Bareng 15 Menteri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal