"Tidak Yang Mulia, hanya pada saat itu ada rombongan datang ke rumah saya dengan bus, demo. Kemudian saya suruh masuk tiga orang, dan beliau-beliau meminta saya untuk menunjukkan ijazah yang asli yang saya miliki," ucap Jokowi.
"Saya sampaikan, Bapak Ibu tidak memiliki otoritas untuk itu, jadi saya tidak tunjukkan Yang Mulia. Saya sampaikan, saya akan tunjukan kalau diminta oleh kepolisian, kejaksaan dan oleh pengadilan Yang Mulia," katanya.
Sementara itu, tim kuasa hukum Jokowi berharap ijazah yang ditampilkan tersebut dapat mengakhiri fitnah terhadap kliennya.
"Kami berharap kehadiran Pak Jokowi di forum terhormat di hadapan Yang Mulia majelis hakim ini dapat mengakhiri fitnah yang telah terus menerus dilakukan oleh berbagai pihak mengenai status ijazah Pak Jokowi, sehingga bisa memberikan keadilan dan kepastian hukum bagi Pak Jokowi sebagai rakyat biasa yang memiliki kedudukan yang sama di mata hukum," kata tim kuasa hukum Jokowi dalam keterangannya.