"15 Desember itu ijazahnya rapi, tidak ada rusak di bawah, tidak ada apa, lubang-lubang di bawah. Itu tadi jelas betul ijazahnya berbeda. Dan saya sudah memegang ijazah itu," ucap Roy.
Selain kondisi fisik dokumen, Roy turut mempersoalkan elemen emboss dan watermark pada ijazah Jokowi tersebut.
"Yang dikatakan ada emboss, ada nggak? Enggak ada. Ya. Gitu. Tapi, tapi kalau watermark-nya memang diupayakan, tapi watermark-nya pun berbeda dengan tanggal 15 Desember itu watermark-nya jelas banget, kelihatan diprint ulang, yang ini tidak," katanya.