Jokowi Sebut Oposisi Mulia, TKN: Menutup Kemungkinan Pemerintah Oligarki

Wildan Catra Mulia
Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Aria Bima. (Foto: iNews.id/Wildan Catra Mulia)

"Jadi itu saja yang ingin disampaikan bahwa Pak Jokowi bukan kemudian menginginkan pemerintahan yang tanpa oposisi tetap dalam pemerintahan pun juga mulia," ujarnya.

Aria menyebut, setelah pertemuan Jokowi dan Prabowo akan menimbulkan efek oligarki. Dengan pernyataan yang diberikan Jokowi membuktikan negara demokrasi sangat diperlukan peran oposisi.

"Maka statement tadi dikatakan menjadi hal yang visi menunjukan demorkasi perlu ada sesuatu oposisi yang kritis karena oposisi adalah tidak hanya mengawal janji pemerintah tapi juga ikut membantu para pendukung 01 untuk supaya Jokowi-Maruf Amin tepat janji," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal oposisi pada periode kedua pemerintahannya bersama KH Ma'ruf Amin. Dia menyebut, oposisi merupakan pilihan yang mulia.

Namun, dia mengingatkan, jangan sampai mengambil posisi yang berhadapan secara politik dengan pemerintah disertai dengan kebencian.

"Menjadi oposisi itu juga sangat mulia. Asal jangan menjadi oposisi yang menimbulkan dendam, asal jangan menjadi oposisi yang menimbulkan kebencian, apalagi disertai dengan hinaan, cacian, makian-makian," tuturnya.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Roy Suryo Ogah Ikuti Rismon Berdamai dengan Jokowi: Dia Lagi Tersesat

Nasional
6 jam lalu

Janji Rismon kepada Gibran, Siap Tebus Kegaduhan Ijazah Jokowi

Nasional
12 jam lalu

Jokowi Serahkan soal Restorative Justice Rismon Sianipar ke Polisi dan Kuasa Hukum

Nasional
13 jam lalu

Breaking News: Jokowi Maafkan Rismon Sianipar 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal