Jokowi soal Pencopotan Atribut PDIP dan Ganjar-Mahfud: Semua Aparat Harus Netral

Raka Dwi Novianto
Presiden Jokowi minta aparat netral di Pemilu 2024. (Foto: Sekretariat Presiden/YouTube)

Komunikasi tersebut, kata Jokowi menjadi sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman yang bakal memicu pertikaian.

"Artinya harus ada komunikasi, minta komunikasi dengan pengurus partai, izin dengan pengurus partai di daerah, supaya tidak terjadi miskomunikasi," kata Jokowi.

Terkait dengan atribut atau baliho partai politik yang melanggar aturan tata kota, Jokowi menyerahkan kewenangan sepenuhnya kepada pemerintah daerah.

"Iya itu semua urusan pemerintah daerah," katanya.

Sebelumnya, Politisi PDI Perjuangan, Deddy Yevri Sitorus mempertanyakan baliho Ganjar-Mahfud dicopot Satpol PP jelang kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Bali. Penurunan tersebut sangat diskriminatif.

Deddy meminta aparat setempat untuk memberikan perlakuan yang sama dengan kontestan lainnya. Ia melihat, banyak sekali atribut kontestan lain yang bertengger di sejumlah wilayah Indonesia.

"Baliho, spanduk dan reklame untuk pasangan Prabowo-Gibran ada di mana-mana, di seluruh penjuru negeri ini, mengapa tidak dicopot?. Pertanyaan saya, apakah itu (permintaan) Presiden/Istana atau di tingkat daerah," ujar Deddy Yevri Sitorus Selasa (31/10).

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
16 jam lalu

Budi Gunawan Jadi Wantimpres, PDIP Tegaskan Bukan Kader: Tak Punya KTA

3 hari lalu

Dokter Tifa bakal Laporkan Hakim Perkaranya ke KY hingga DPR, Merasa Dibatasi Tanya Saksi

5 hari lalu

Bonatua Serahkan Bukti Tambahan Gugatan Ijazah Jokowi, Apa saja?

5 hari lalu

Istana Sambut Positif Prabowo-Megawati Mau Bertemu Lagi: Silaturahmi Lancar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal