Ia menambahkan, misi utama B57+ adalah menerjemahkan kekuatan kolektif menjadi kemakmuran bersama melalui peningkatan perdagangan, investasi, serta konektivitas bisnis yang terstruktur. Dalam hal ini, Indonesia didorong mengambil peran sebagai jembatan kepemimpinan kerja sama ekonomi halal di kawasan Asia Pasifik.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa konsep halal kini tidak lagi terbatas pada aspek kepercayaan semata, tetapi telah berkembang menjadi standar global yang mencakup kualitas, integritas, dan gaya hidup. Hal ini tercermin dari pertumbuhan sektor halal di berbagai bidang, mulai dari pariwisata, rantai pasok (supply chain), hingga keuangan syariah.
Meski begitu, ia mengingatkan masih banyak peluang kerja sama yang belum tergarap optimal akibat keterbatasan konektivitas dan kelembagaan. Oleh karena itu, B57+ diharapkan dapat bergerak secara konkret dan terukur dalam membangun mekanisme kepercayaan serta memperkuat jejaring antarnegara.
Arsjad juga menyoroti pentingnya perdamaian sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan tidak akan tercapai tanpa stabilitas global. "Tidak ada kemakmuran tanpa perdamaian. Kedamaian lahir dari kepercayaan dan kolaborasi," katanya.
Sebagai langkah awal, B57+ Asia Pacific Regional Chapter telah diluncurkan pada Februari 2026 di Indonesia dan akan memperluas jaringan melalui pembentukan country chapters di berbagai negara, termasuk kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Australia dan Selandia Baru.