"Kemudian PPN DTP, PPh ditanggung pemerintah kita masih jalankan. Kemudian juga kita untuk mendorong daya beli termasuk untuk program liburan ini juga kita dorong. Kemudian kita jaga kan harga Pertalite dan harga biodiesel kita jaga pada harga subsidi," kata Airlangga.
Diketahui, Knight Frank memprediksi jumlah kelompok Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI) atau individu dengan kepemilikan kekayaan bersih minimal 30 juta dolar AS (setara Rp540 miliar dengan acuan kurs Rp18.000 per dolar AS) di Indonesia akan meroket tajam pada 2031.
Berdasarkan kalkulasi mereka, jumlah populasi super kaya di Indonesia diproyeksikan melonjak dari posisi 3.866 orang di tahun 2026 menjadi 6.966 orang pada tahun 2031 kelak.
"Indonesia berada di peringkat teratas, dengan jumlah penduduk yang memiliki kekayaan lebih dari US$ 30 juta diperkirakan melonjak 82% pada 2031," tulis draf laporan Knight Frank.
Melalui estimasi pertumbuhan kumulatif sebesar 82 persen tersebut, laju penambahan jumlah orang super kaya di Indonesia dilaporkan berhasil menempati peringkat teratas global.
Rapor ekspansi kekayaan ini tercatat sukses mengungguli performa pertumbuhan negara berkembang besar lainnya, seperti Arab Saudi serta Polandia, yang masing-masing diprediksi hanya akan tumbuh di kisaran level 60 persen.