Kehadiran para tokoh yang sebelumnya terlibat dalam upaya rekonsiliasi konflik komunal di Poso dan Ambon dinilai Jusuf Kalla dapat memperbaiki situasi yang ada.
"Terima kasih atas pertemuannya, pertemuan ini untuk memberikan situasi lebih baik. Karena yang saya khawatirkan ya efeknya. Efeknya bagi yang tidak paham, apabila ini tidak berhenti bisa timbul di daerah-daerah," ujar Jusuf Kalla saat menyapa tamu-tamu, Selasa (21/4/2026).
Mantan Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat itu kembali menegaskan bahwa ceramahnya tidak untuk menista agama. Ia mengatakan bahwa saat itu dirinya diminta untuk membicarakan topik perdamaian."
Apa yang saya sampaikan itu sebenarnya hanya pendahuluan. Ceramah saya di Gadjah Mada itu, atas permintaan mereka untuk bicara tentang proses perdamaian. Jalan panjang menuju perdamaian. Topik pembicaraannya," ungkap Jusuf Kalla.
Adapun pertemuan hingga saat ini masih berlangsung dan berjalan Tertutup. JK rencananya akan memberikan pernyataan usai pertemuan itu rampung.