JAKARTA, iNews.id - Komisi Kepolisian Nasional merespons informasi yang menyebut calon kapolri mengerucut pada satu sosok. Kabar yang beredar, sosok tersebut yakni Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Purnomo.
Komisioner Kompolnas Benny Mamoto menepis kabar tersebut. Menurut dia, informasi itu itu tidak berdasar.
"Itu tidak benar, karena tidak berdasar," kata Benny saat dihubungi, Senin (28/12/2020).
Purnawirawan jenderal bintang dua ini menegaskan, Kompolnas masih menggodok calon berdasarkan kriteria yamg dikumpulkan dari tokoh masyarakat, akademisi, LSM, internal, hingga para purnawirawan Polri. Bila terpiliha Kompolnas nantinya akan menyerahkan usulan tersebut ke Presiden Joko Widodo.
"Jadi sementara (masih) diproses," ujarnya.
Kendati demikian, mantan Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) ini menyebutkan, argumentasi dari dua institusi yang dapat memberikan rekomendasi kandidat calon kapolri kepada Presiden, ada dua angkatan yang paling memungkinkan menjadi kapolri. Merek yakni lulusan Akademi Kepolisian 1988 dan 1989.