Dia menjelaskan, peningkatan aktivitas pelanggan tidak seluruhnya dapat dimaknai sebagai perjalanan wisata. Meski demikian, jaringan kereta api dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin menjelajahi berbagai kota sesuai waktu dan minat perjalanan.
"Satu stasiun bisa menjadi awal dari banyak cerita. Ada yang datang untuk mencicipi makanan khas, melihat matahari terbit, berjalan di kawasan bersejarah, menikmati alam, atau sekadar bertemu orang-orang terdekat. Yang kami lihat, pilihan kota dalam perjalanan masyarakat semakin beragam. Kereta api hadir untuk mengantarkan mereka memulai cerita itu," ucapnya.
Stasiun Bogor Paledang menempati posisi pertama dengan kenaikan aktivitas pelanggan sebesar 108,61 persen. Jumlahnya meningkat dari 395.471 pada Januari-September 2025 menjadi 825.011 pada periode yang sama 2026.
Berikut daftar 10 stasiun dengan pertumbuhan aktivitas pelanggan tertinggi:
1. Stasiun Bogor Paledang: dari 395.471 menjadi 825.011 aktivitas pelanggan, naik 108,61 persen.
2. Stasiun Purwakarta: dari 201.953 menjadi 321.384, naik 59,14 persen.
3. Stasiun Air Tawar: dari 258.929 menjadi 330.554, naik 27,66 persen.
4. Stasiun Purwosari: dari 404.603 menjadi 494.319, naik 22,17 persen.
5. Stasiun Karawang: dari 251.303 menjadi 306.533, naik 21,98 persen.
6. Stasiun Weleri: dari 310.031 menjadi 369.880, naik 19,30 persen.
7. Stasiun Cilacap: dari 305.180 menjadi 358.605, naik 17,51 persen.
8. Stasiun Garut: dari 282.518 menjadi 330.612, naik 17,02 persen.
9. Stasiun Cepu: dari 442.512 menjadi 516.521, naik 16,72 persen.
10. Stasiun Semarang Tawang: dari 2.853.733 menjadi 3.329.748 aktivitas pelanggan, naik 16,68 persen.
Data tersebut menunjukkan pertumbuhan aktivitas pelanggan di sejumlah stasiun dengan wilayah layanan dan karakter perjalanan yang beragam. KAI menyebut kereta api dapat mendukung mobilitas masyarakat untuk berbagai kebutuhan, termasuk perjalanan antarkota.