Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus atas kejadian bencana banjir yang kembali melanda Kalimantan. (Foto: Istimewa)
Binti Mufarida

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian khusus atas kejadian bencana banjir yang kembali melanda Kalimantan. Tepatnya di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat (Kalbar) dan Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng). 

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan Presiden Jokowi sebelumnya telah meminta agar langkah-langkah mitigasi segera dilakukan di dua wilayah yang dilanda banjir tersebut.

"Bahkan Bapak Presiden (Jokowi) akhir tahun lalu juga menyampaikan langsung bagaimana langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan supaya banjir tidak berulang lagi di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah ini,” katanya, Selasa (9/8/2022).

Aam mengatakan banjir di Kapuas Hulu Kalimantan Barat merupakan ulangan dari tahun lalu. Tahun lalu, beberapa kali banjir melanda di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

“Ini menjadi perhatian kita supaya kejadian banjir tahun ini tidak mengulang parahnya kejadian banjir tahun lalu,” katanya.  

Oleh karena itu, Aam meminta kejadian ulangan banjir di Kalimantan ini harus menjadi perhatian.

“Karena sudah ada waktu berjalan pembelajaran kita dan sudah harusnya sudah ada langkah-langkah yang kita lakukan, yang kita persiapkan sehingga kalaupun harus terjadi banjir dampaknya tidak separah tahun lalu,” ujarnya.  

“Kejadian banjir di Kapuas Hulu tanggal 4 Agustus sampai 5 Agustus 2022 ada 4.015 KK atau 13.335 jiwa terdampak, 2.984 unit rumah satu jembatan rusak dan lain-lain,” kata Aam.  

Sementara itu, kata Aam, jika dilihat tren kejadian bencana di Kabupaten Kapuas Hulu dari tahun 2 tahun atau 3 tahun terakhir yakni tahun 2020, 2021, dan 2022 bencana yang dominan yaitu banjir.

“Sangat dominan banjir jadi kita lihat yang paling sering terjadi adalah banjir sehingga ini benar-benar harus menjadi perhatian kita,” katanya.

“Sebagaimana tadi kami sampaikan bahwa Presiden tahun lalu memberi perhatian, atensi yang sangat besar kepada daerah ini bagaimana kita harus merestorasi kawasan sepanjang daerah sungai, kawasan resapan air, supaya pada musim hujan tahun ini kita bisa mengurangi potensi risiko banjir,” ucapnya. 


Editor : Rizal Bomantama

BERITA TERKAIT